Posts

Air Mata Bekas Semalam #38

 Hari ini kembali kubangkit untuk beraktivitas seperti Senin biasanya. Lampu kamar mulai kunyalakan agar semangat mengisi relung jiwa.Tampak wajahku terlihat di cermin yang ada di dalam kamarku. Terlihat cerah namun sayu dan sendu pada waktu bersamaan. Mataku menatap nanar diriku sendiri. Tak sadar tanganku terayun memegang wajahku untuk mengusir ngantuk yang masih terasa, maklum saja karena itu masih terbilang subuh namun sudah harus bangun untuk memulai hari. Tanganku merajalela meraba wajahku, terasa sesak karena pedih itu masih ada di pipiku. Bertengger betah seakan mengingatkanku akan sakit hati sisa semalam. Air mata bekas semalam memilih untuk mengikutiku menjalani hari yang sebenarnya ingin aku hentikan sebentar sembari menyenangkan suasana hati. Air mata bekas semalam kerap mengetuk isi pikiranku akan rasa kecewa akan harapan yang selama ini sibuk kupupuk, dan hancur begitu saja karena sebuah pengkhianatan. Air mata bekas semalam adalah alasanku untuk kembali menulis tenta...

Agustus 2024 #37

 Hi! Bagaimana harimu? Tak terasa sudah memasuki bulan Agustus pada tahun 2024 Kalau mau kilas balik sebentar rasanya 2024 ini berjalan dengan sangat cepat ya? Tapi tak bisa dipungkiri banyak sekali yang terjadi dan ngga semuanya merupakan hal yang baik dan menyenangkan, banyak juga yang membuat air mata jatuh dan dengkul gemetar. Tapi here i am :) masih ada sampai saat ini tanpa kurang apapun. Perasaan lengkap dan penuh kan ngga harus selalu dilihat dari isi ATM yang berlimpah atau punya harta benda yang harga mahal banget, nggak harus kayak gitu — sesederhana sehat, bisa makan kenyang dan tidur nyenyak setiap hari, punya temen cerita, punya pekerjaan yang bisa dilakukan, itu juga udah termasuk lengkap dan penuh kok. Jadi, semangat ya menjalani Agustus ini!!!!!! Entah bakal kayak apa isinya, tapi aku harap, percaya, dan berdoa itu semua hal baik dan terjadi atas seijin dan seturut kehendak Tuhan. Kamu hebat. Kamu keren. Kamu mantab. Terima kasih sudah bertahan sampai hari ini...

Malam yang Dingin #36

Dingin memekik pada malam hari itu, siap untuk mencekik setiap insan yang dengan berani berkeliaran. Memang Malang beberapa hari ini cuacanya agak sedikit lebih ekstrim dari biasanya, rasanya salju siap turun jika memang mungkin. Tetapi sialnya di cuaca dingin ini, aku harus menginjakkan kakiku di salah satu supermarket di Malang karena persediaan makanan di kulkasku sudah habis total. Di Supermarket ini hanya ada aku, satu perempuan dan kasir yang siap melayani kami. Aku memilih dan mengambil bahan-bahan makanan berdasarkan catatan yang sudah kubuat sebelumnya, Setelah selesai, aku langsung agak sedikit berlari ke kasir agar bisa menyelesaikan belanjaanku dan pulang dan meringkuk di bawah selimut yang hangat. Tak ada yang aneh sepanjang perjalanan pulang, lagipula aku sudah tidak ada pikiran aneh-aneh. Aku hanya ingin sampai di rumah secepatnya. Sesampainya aku di rumah, aku langsung merapihkan belanjaan yang baru saja kubeli. Namun ku temukan satu bel...

Nirmala dan Cerita Cintanya #35

Nirmala selalu menjadi sosok peri yang baik hati. Yang entah kemana ia pergi, hadirnya selalu mengabulkan permintaan orang lain, tanpa harus saling kenal, tanpa harus saling sayang, Nirmala adalah sosok yang selalu baik. Sampai pada akhirnya saat pulang ke gubuk stroberinya pada malam hari, Nirmala merasa kesepian. Untuk pertama kalinya, Nirmala merasa butuh rumah untuk pulang dari aktivitas baiknya setiap hari. Ia hiraukan segala rasa sepi itu. Kembali Nirmala pada perannya ibu peri di besok hari. Dalam kegiatannya, Nirmala sedang menolong seorang pangeran yang terjatuh pada sebuah sumur. Namun anehnya pangeran ini sangat dingin bahkan saat dalam kondisi sedang membutuhkan bantuan. Telah berhasil Nirmala mengeluarkan pangeran tersebut dari sumur. Saat pangeran sudah berada di tanah yang sama dengan yang Nirmala pijak, luluhlah pangeran tersebut ketika melihat keteduhan sosok Nirmala. "Maaf ya, aku tidak memiliki respon dan sikap yang baik ketika aku dalam ket...

Berjalan bersama Hasrat #34

Beberapa minggu terakhir aku tak lagi meletakan jari jemariku di atas tuts keyboard laptopku untuk menulis. Bukan karena berbagai kata dan kalimat itu tidak lagi berterbangan bebas meluncur asal di otakku, namun rasanya aku kehilangan hasrat. Entah kemana perginya sebuah hasrat. Berjalan penuh pilu kemana tak tahu sehingga ditinggalkannya aku bersama dengan sebuah ketidakinginan untuk melakukan apapun. Yasudah begitu saja. Nanti lagi aku akan kembali dengan karya-karya segarku. Untuk sekarang ijinkan aku berpeluk sendu terlebih dahulu dengan seluruh kebingunganku.

Kembang Api / Fireworks #33

Image
picture from Pinterest. Kembang Api / Fireworks pada judulku bukan berarti aku mau menceritakan mengenai kegiatan ku bermain kembang api ya, tetapi aku mau memberikan review sekaligus pandanganku berdasarkan film yang baru selesai ku tonton ;  Fireworks atau yang dalam bahasa Indonesianya adalah Kembang Api. Salah satu film Indonesia terbaik menurutku, mengapa? simak berikut. Anyway this movie available on Netflix! (Ngga disponsor). Disclaimer sebenarnya aku bukan tipikal orang yang suka banget nonton film baru karena ngga tahu kenapa rasanya cemas takut filmnya ngga bagus dan bosan karena belum tau alur pastinya. Tapi tadi malam ku coba untuk menonton film Fireworks tersebut. Beberapa menit pertama rasa bosan sempat menyergap, walaupun sebentar namun ku paksakan diri untuk terus melanjutkan menonton film tersebut. Tak terasa memasuki pertengahan film, suatu yang tak ku sangka ternyata pipiku sudah basah karena air mata yang tak berhenti untuk turun daritadi...

Nasi Campur Babi #32

Ku sambut hari ini dengan sedikit lesu namun dengan usaha untuk terus tetap memiliki lilin pengharapan. Kulihat meja makan terlihat kosong tanpa makanan apapun, air minum yang menipis, kompor yang tak bisa menyala karena gas yang sudah habis diserap. Rasanya kalau hanya melihat dari sisi menyedihkan, pasti mengeluh dan bersungut-sungut sudah pasti jadi tindakan yang menurut ku paling benar. Ingin sekali ku teriakkan kesedihanku pada sekitar, namun hati kecil terus berbisik manis untuk mengingatkan ku bahwa aku selalu memiliki Pribadi Manis. Akhirnya aku serahkan seluruh rasa cemas, khawatir, dan takutku kepada-Nya. – Malam menjemput, sedikit pilu karena keajaiban yang aku tunggu-tunggu belum juga datang sampai akhirnya mataku menyerah ingin segera diistirahatkan. Dalam tidurku tiba-tiba keajaiban itu datang. Berkali-kali lipat dari apa yang aku inginkan. Karena beberapa hari yang lalu aku menginginkan satu makanan yang dari rupanya saja sudah berhasil membuat aku menelan air saliva ku ...