Air Mata Bekas Semalam #38

 Hari ini kembali kubangkit untuk beraktivitas seperti Senin biasanya.

Lampu kamar mulai kunyalakan agar semangat mengisi relung jiwa.Tampak wajahku terlihat di cermin yang ada di dalam kamarku. Terlihat cerah namun sayu dan sendu pada waktu bersamaan. Mataku menatap nanar diriku sendiri.

Tak sadar tanganku terayun memegang wajahku untuk mengusir ngantuk yang masih terasa, maklum saja karena itu masih terbilang subuh namun sudah harus bangun untuk memulai hari.

Tanganku merajalela meraba wajahku, terasa sesak karena pedih itu masih ada di pipiku. Bertengger betah seakan mengingatkanku akan sakit hati sisa semalam.

Air mata bekas semalam memilih untuk mengikutiku menjalani hari yang sebenarnya ingin aku hentikan sebentar sembari menyenangkan suasana hati.

Air mata bekas semalam kerap mengetuk isi pikiranku akan rasa kecewa akan harapan yang selama ini sibuk kupupuk, dan hancur begitu saja karena sebuah pengkhianatan.

Air mata bekas semalam adalah alasanku untuk kembali menulis tentang sedihku semalam. Maaf karena susunan tulisanku ini kembali membuat pilu hari-hari yang ada, hanya saja semua ini terasa lebih sesak dan memaksa untuk disalurkan perasaannya. Lewat tulisan ini.


Air mata bekas semalam.

Comments

Popular posts from this blog

Sweet Sunday #40

Perjalanan Pagi #39