Posts

Showing posts from January, 2024

Nasi Campur Babi #32

Ku sambut hari ini dengan sedikit lesu namun dengan usaha untuk terus tetap memiliki lilin pengharapan. Kulihat meja makan terlihat kosong tanpa makanan apapun, air minum yang menipis, kompor yang tak bisa menyala karena gas yang sudah habis diserap. Rasanya kalau hanya melihat dari sisi menyedihkan, pasti mengeluh dan bersungut-sungut sudah pasti jadi tindakan yang menurut ku paling benar. Ingin sekali ku teriakkan kesedihanku pada sekitar, namun hati kecil terus berbisik manis untuk mengingatkan ku bahwa aku selalu memiliki Pribadi Manis. Akhirnya aku serahkan seluruh rasa cemas, khawatir, dan takutku kepada-Nya. – Malam menjemput, sedikit pilu karena keajaiban yang aku tunggu-tunggu belum juga datang sampai akhirnya mataku menyerah ingin segera diistirahatkan. Dalam tidurku tiba-tiba keajaiban itu datang. Berkali-kali lipat dari apa yang aku inginkan. Karena beberapa hari yang lalu aku menginginkan satu makanan yang dari rupanya saja sudah berhasil membuat aku menelan air saliva ku ...

Bising #31

Suara klakson dan knalpot kendaraan saling beradu balap. Padahal hari baru menunjukkan pukul 7 pagi tapi suasana sudah sangat ricuh dan sibuk, entah apa yang mereka kejar sampai terburu-buru seperti itu. Di tengah hingar bingar lalu lintas ibukota pada pagi hari, ada seorang perempuan yang menatap semuanya itu dengan tatapan kosong. Pikirannya penuh dan bising, dadanya sibuk merasa banyak sekali perasaan dalam satu waktu, ditambah berisiknya keadaan jalan saat itu. Jenuh, jenuh, jenuh. Hanya satu kata itulah yang menggambarkan situasi hati dan perasaan perempuan itu. Ia bernama Vanilla. Layaknya rasa es krim kesukaan dia, namun tidak dengan rasa manis pada kehidupannya. "Berisik banget" keluh Vanilla saat sedang menunggu ojek online yang telah ia pesan. Padahal musik di telinganya sudah dengan volume yang besar, namun ada yang lebih berisik daripada musik di telinganya. Vanilla tau pasti mengapa pikirannya begitu berisik, mengapa dadanya terus bergemu...

Sekali Ini Saja #30

Sekali ini saja biarkan aku melebur bersama kesedihanku,        Sebab selama bertahun-tahun dalam pencarian,            Tak pernah ku temukan tenang dalam hari-hari yang berjalan. Sekali ini saja biarkan aku menyatu bersama angan-angan dalam ekspetasiku yang lebih indah dari sebuah realita. Sekali ini saja ku rasakan hangat menembus wajah kian angin surga perlahan-lahan membasahiku. Sekali ini saja setidaknya ku merasakan jiwa yang tak berulang kali berteriak lelah atas kerasnya hidup. Sekali ini saja, bisakah?