Nasi Campur Babi #32
Ku sambut hari ini dengan sedikit lesu namun dengan usaha untuk terus tetap memiliki lilin pengharapan. Kulihat meja makan terlihat kosong tanpa makanan apapun, air minum yang menipis, kompor yang tak bisa menyala karena gas yang sudah habis diserap. Rasanya kalau hanya melihat dari sisi menyedihkan, pasti mengeluh dan bersungut-sungut sudah pasti jadi tindakan yang menurut ku paling benar. Ingin sekali ku teriakkan kesedihanku pada sekitar, namun hati kecil terus berbisik manis untuk mengingatkan ku bahwa aku selalu memiliki Pribadi Manis. Akhirnya aku serahkan seluruh rasa cemas, khawatir, dan takutku kepada-Nya. – Malam menjemput, sedikit pilu karena keajaiban yang aku tunggu-tunggu belum juga datang sampai akhirnya mataku menyerah ingin segera diistirahatkan. Dalam tidurku tiba-tiba keajaiban itu datang. Berkali-kali lipat dari apa yang aku inginkan. Karena beberapa hari yang lalu aku menginginkan satu makanan yang dari rupanya saja sudah berhasil membuat aku menelan air saliva ku ...