Bising #31
Suara klakson dan knalpot kendaraan saling beradu balap. Padahal hari baru menunjukkan pukul 7 pagi tapi suasana sudah sangat ricuh dan sibuk, entah apa yang mereka kejar sampai terburu-buru seperti itu.
Di tengah hingar bingar lalu lintas ibukota pada pagi hari, ada seorang perempuan yang menatap semuanya itu dengan tatapan kosong.
Pikirannya penuh dan bising, dadanya sibuk merasa banyak sekali perasaan dalam satu waktu, ditambah berisiknya keadaan jalan saat itu.
Jenuh, jenuh, jenuh. Hanya satu kata itulah yang menggambarkan situasi hati dan perasaan perempuan itu.
Ia bernama Vanilla. Layaknya rasa es krim kesukaan dia, namun tidak dengan rasa manis pada kehidupannya.
"Berisik banget" keluh Vanilla saat sedang menunggu ojek online yang telah ia pesan. Padahal musik di telinganya sudah dengan volume yang besar, namun ada yang lebih berisik daripada musik di telinganya.
Vanilla tau pasti mengapa pikirannya begitu berisik, mengapa dadanya terus bergemuruh hebat. Ia sudah mulai kelelahan dengan rutinitasnya sekarang. Rasanya apapun yang dulu ia pupuk sebelum mulai, lenyap begitu saja.
Tapi menyerah tidak pernah ada di dalam kamusnya, setidaknya untuk saat ini.
Comments
Post a Comment