Sweet Sunday #40

Hari minggu yang lalu tepatnya tanggal 6 Juli 2025, aku berkesempatan untuk menghabiskan waktu dengan Tiang Doaku, Separuh Jiwaku, Setengah Napasku, alias Ibuku.

Beberapa bulan terakhir Ibuku tenggelam dalam lautan cinta kepada Drama Korea. Ibuku baru saja terjun kepada dunia perfilman penuh romansa tersebut namun sudah menyelami banyak sekali judul-judul drama tersebut, dan sudah mampu mengalahkanku yang notabenenya sudah menyukai Drama Korea sejak dahulu kala.

Mencintai drama korea itu berarti mencintai visual yang ditawarkan di dalam alur cerita drama tersebut, salah satunya adalah makanannya yang mereka santap dalam cerita tersebut, dan pada akhirnya Ibuku mulai menyukai makanan korea walaupun pada saat itu Ibuku belum pernah mencicipinya.

Hari minggu kemarin menjadi saatnya untuk Ibuku mencoba makanan yang selama ini hanya ia lihat di layar gadgetnya tersebut.

Belum sampai di Korea maksudku, aku mengajak Ibuku ke salah satu restoran Korea yang ada di dekat rumahku, bernama: Naramyeon.

Untuk ekspetasi akan rasa sebenarnya tidak terlalu tinggi, mengingat beberapa kali sudah kulakukan percobaan menyantap makanan korea di Jakarta namun rasanya terbilang belum seenak itu.

Bagaimana aku tahu rasanya yang seharusnya bagaimana jika belum pernah terbang langsung ke Korea? Aku hanya banyak membaca dan mendengarkan review mengenai makanan Korea tersebut karena aku sangat menyukai jenis makanan hingga warna pada makanan yang disajikan. Looks so tempting!

Lalu makanan kami selesai disajikan dan diantarkan ke meja kami.

Dari tampilannya aku menyukainya karena kontras antara kuah, kondimen, dan isinya sangat memanjakan mata dan menggelitik perutku.

Aku memesan Jjampong Seafood sedangkan Ibuku memesan Kalguksu.

Nama-nama ini sangat sering bersliweran di dalam cerita drama korea yang sering kami tonton. Tentu saja kami sangat bersemangat untuk mencoba makanan yang selama ini terhalang layar gadget namun sekarang ada di depan kami langsung.

Suapan pertama kuseruput kuah dari Jjampong Seafood tersebut…..

ENAK!

Kuah yang dihidangkan menyajikan rasa

asem, manis, gurih, pedas dengan masing-masing rasa yang sesuai porsinya dan tidak beradu balap satu sama lain. BALANCE!

Seafoodnya yang berupa: Kerang Dara, Kerang Hijau, dan Udang pun tidak ada yang amis satupun. Hal itu didukung oleh perutku yang menerima satu porsi makanan berkuah tersebut sampai habis, karena biasanya jika ada yang keamisan yang tercium atau terasa, perutku akan langsung bereaksi dan aku harus langsung pergi ke kamar mandi.

Tapi ini tidak menimbulkan efek negatif apapun kecuali perasaan lapar dan ingin lagi disaat aku mengetikan hal ini.

Ibuku juga sangat menikmati Kalguksu yang dipesannya sampai tandas tak bersisa.

Aku juga memesan beberapa menu pendamping lainnya seperti Mandu Fried dan Mandu Boiled (lagi, aku lupa nama menu persisnya tapi intinya adalah MANDU), dan sekali lagi ENAK!

Selain Mandu, aku juga memesan Sweet Corn, sekali lagi saudara-saudara, ENAK!

Semua rasa yang disajikan tidak ada yang saling mendahului, sesuai porsinya.

Porsi satu makanan yang pas. Tidak sedikit, tidak juga berlebihan. Pelayanan yang ramah. Tempat makan yang sangat aesthetic lengkap dengan pernak-pernik Koreanya seperti produk, design, dan juga lagu-lagu Korea yang menemani menjadikan kami memiliki kesan khusus dan pastinya perasaan yang akan kembali lagi untuk mencicipi makanan dari menu lainnya.


Sweet Sunday.


Savory Dish.


My Mom’s Happiness.


Comments

Popular posts from this blog

Air Mata Bekas Semalam #38

Perjalanan Pagi #39