Nirmala dan Cerita Cintanya #35

Nirmala selalu menjadi sosok peri yang baik hati. Yang entah kemana ia pergi, hadirnya selalu mengabulkan permintaan orang lain, tanpa harus saling kenal, tanpa harus saling sayang, Nirmala adalah sosok yang selalu baik.

Sampai pada akhirnya saat pulang ke gubuk stroberinya pada malam hari, Nirmala merasa kesepian. Untuk pertama kalinya, Nirmala merasa butuh rumah untuk pulang dari aktivitas baiknya setiap hari.

Ia hiraukan segala rasa sepi itu. Kembali Nirmala pada perannya ibu peri di besok hari.

Dalam kegiatannya, Nirmala sedang menolong seorang pangeran yang terjatuh pada sebuah sumur. Namun anehnya pangeran ini sangat dingin bahkan saat dalam kondisi sedang membutuhkan bantuan.

Telah berhasil Nirmala mengeluarkan pangeran tersebut dari sumur. Saat pangeran sudah berada di tanah yang sama dengan yang Nirmala pijak, luluhlah pangeran tersebut ketika melihat keteduhan sosok Nirmala.

"Maaf ya, aku tidak memiliki respon dan sikap yang baik ketika aku dalam ketakutan" kata si pangeran, dan disambut dengan anggukan tidak apa-apa dari Nirmala yang hangat.

Akhirnya Nirmala dan pangeran tersebut pun berjalan bersama-sama, dan tanpa sadar Nirmala merasa nyaman dengan semua kegiatan dan obrolannya bersama pangeran.

Hingga sampai pada satu titik, pangeran tersebut bertanya kepada Nirmala "apa sih yang membuat kamu setiap harinya rela membantu orang banyak?" tanya pangeran penasaran, dan Nirmala pun menjawab "aku senang melihat orang lain senang apalagi jika karena perbuatan baikku."

Pangeran pun berhenti berjalan dan menatap Nirmala dengan dalam lalu berkata "betul. siapa yang tidak senang jika ada orang lain yang senang karena kita kan? tapi jangan lupa untuk selalu senangkan diri sendiri juga ya Ala. orang lain bisa senang, jika kita menyenangkan diri kita terlebih dahulu dengan cara yang baik".

Nirmala pun terdiam, dan tersadar bahwa pada detik itu juga ia telah mengijinkan dirinya jatuh dengan dalam kepada pangeran yang baru saja ia temui.

Semua ini terasa klasik, namun begitulah cinta. Tidak perlu sesuatu yang mahal untuk merasa disayangi.

Comments

Popular posts from this blog

Sweet Sunday #40

Air Mata Bekas Semalam #38

Perjalanan Pagi #39