aku yang tersipu #16
--
Aku terus berpikir mengapa, dan ternyata alasannya adalah kamu.
--
Sore hari ditemani banyaknya orang yang sibuk berjalan-jalan bersama yang tersayang di taman itu membuat kami berdua tenggelam dalam dunia yang berputar.
Obrolan tak penting mengenai hal yang bahkan ketika orang lain mendengarnya akan mengernyit aneh. Bukan karena obrolan kami tak pantas atau tak layak, melainkan karena obrolan kami tidak akan dimengerti oleh orang yang bukan kita.
Berpegangan tangan menemani matahari tertidur yang bersamaan dengan menyalanya lampu-lampu taman dengan motif yang berbeda, kami senang.
"begini terus enak kali ya?" ucapku dengan khas sambil tertawa menatap mata coklatnya,
"bukan enak lagi, tapi lengkap" balasnya dengan tertawa namun dia tau maksud pertanyaan ku adalah serius.
Kami mencetak moment indah hari itu dengan sebuah foto dengan maksud akan kami tertawakan bersama di masa depan atau mungkin akan kami ingat dengan ikhlas dengan jalan kami masing-masing.
kita tidak pernah tau.
Comments
Post a Comment