si payung merah #9

 

Si Payung Merah



Pict from pinterest

 

Dingin yang menusuk serta gemuruh yang kencang membuat keadaan di Salatiga terbilang sangat sepi di hari Minggu.

Hujan deras yang mengguyur Salatiga cukup membuat hampir seluruh warga di Salatiga menghabiskan waktu hari Minggu mereka untuk bermalas-malasan di tempat tidur.

Kecuali satu mahasiswi yang dengan terpaksa harus keluar rumah untuk mencari buku demi kebutuhan skripsinya,

“Ah sial, pake jatuh lagi nih buku. Basah deh jadinya” keluh Ainsley sambil memegang tiga buku lainnya yang ia pegang tanpa bantuan tas.

Di tengah perjalanan kaki Ainsley untuk pulang kerumah, pandangannya terpaku pada sebuah payung yang terbang diantara air yang berlomba-lomba untuk menyentuh tanah.

Muka Ainsley pun langsung mengkerut kebingungan karena posisi payung tersebut jatuh tidak jauh dari tempatnya berdiri. Payung tersebut jatuh tepat ditengah jalan raya yang kebetulan tidak ada siapapun yang berlalu lalang.

Dalam kebingungan yang menghampiri, Ainsley pun berusaha acuh kepada keberadaan payung tersebut dan mencoba untuk langsung menyebrangi jalan itu.

Namun saat Ainsley sudah sampai di penghujung jalan penyebrangan, Ainsley pun tertarik menengok ke sebelah kiri lagi untuk melihat keberadaan payung tersebut.

Ainsley pun terperangah dan melotot hebat karena tak percaya pada sosok yang ia lihat dibalik payung merah tersebut.

Hancur serta memiliki mata merah melambangkan jahat adalah gambaran sosok yang Ainsley lihat dibalik sosok payung merah tersebut.

Saat sosok tersebut sudah berhasil merangkak keluar dari payung merah tersebut, sosok itu langsung melayangkan pandangan jahatnya serta senyum mencekamnya  kepada Ainsley,

Dan berkata, “Mengapa engkau sangat terburu-buru untuk pulang, Ainsley ku?”


Comments

Popular posts from this blog

Sweet Sunday #40

Air Mata Bekas Semalam #38

Perjalanan Pagi #39