bahagia yang pergi #3
Bahagia yang Pergi
“Apa
kabar?”
Sapanya begitu ringan ketika habis membuat luka yang
berat
“Sangat
bahagia.”
Jawabku singkat tanpa minat tetapi dengan tegas
“Yang aku
tanya kabar mu Asia, bukan perasaan mu?”
Tanya nya dengan nada bertanya-tanya dan muka
kebingungan.
Dulu muka bingungnya sangat ku kagumi karena itu
menunjukkan sifatnya yang seperti anak kecil, namun sekarang tidak lagi setelah
hal itu terjadi.
“Aku tau,
aku menjawab seperti itu karena sekaligus ingin memberitahu mu bahwa yang pergi dariku hanya dirimu bukan kebahagiaan ku. Jadi tolong berhenti berpikir bahwa bahagia ku
adalah kamu karena nyatanya sudah tidak lagi.”
Jawab ku tegas sambil beranjak dari kursi taman yang
sedikit dingin karena embun di pagi hari.
Comments
Post a Comment