Posts

Kembali pada Bandung #26

28 Januari 2023 Mendatangi jajaran Bandung beserta kenangannya, Apakah tangis mengisi relung hati saat kaki berpijak pada sesuatu yang pernah jadi kita?, Tentu tidak. Sebab kali ini lebih ikhlas. Setiap belokan jalan pada Bandung berteriak mengenai kenangan pada waktu itu. Tangkuban Perahu yang menjadi saksi bisu dinginnya cuaca, namun tidak pada kita. Matahari pun cemburu melihat pelukan kita yang diabadikan dalam sebuah foto yang ku pajang rapih tak ingin rusak di album fotoku. Ku injakkan raga ku kembali pada Bandung sebab ia layak. Namun kali ini bukan dengan sosok yang selalu kupikirkan dalam 10 tahun terakhir, Kali ini aku dengan sekumpulan orang yang cinta dan kasihnya tidak kalah dari dia. Baik dan bahagia selalu doaku.

Noktah Merah Perkawinan #25

Image
  sumber : https://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/6/6e/Film_Noktah_Merah_Perkawinan.jpeg  Dari film ini mengajarkan bahwa sebesar-besarnya masalah, salah satu jalan keluarnya adalah menurunkan ego yang sedang melambung tinggi, Dari film ini mengajarkan bahwa sebanyak-banyaknya masalah, yang hanya mampu bisa menampung dan membantu adalah diri sendiri dan pasangan, Dari film ini mengajarkan bahwa cinta bukan hanya melingkupi dua orang, namun anak juga jadi pertimbangan besar, Dari film ini mengajarkan bahwa bertahan berpisah terkadang bukan jawaban, sebab selamanya sudah diikat pasti oleh sebuah SAH.

yah ampun udah 2023 #24

rasanya baru kemarin berkecamuk dengan kenyataan. dihantam keras dengan pengkhianatan paling manis oleh orang terdekat. rasa tidak percaya jadi sobat paling karib. entah bagaimana kedepannya sudah tak ada lagi percikan semangat. - masuk bulan ketiga pada tahun 2022, saya memutuskan untuk melepas semua yang pernah saya genggam erat termasuk kepercayaan dan janji yang telah diikrarkan bersama kala itu. namun langit biru tak langsung datang. justru kekecewaan entah mengapa menjadi selimut paling menyakitkan untuk membasuh semua sikap dingin sekitar. - tapi selalu ada pelangi sehabis badai bukan? karena saat memasuki pertengahan bulan ketiga tersebut yang tentunya dengan kondisi fisik dan jiwa yang dibentuk habis-habisan namun ternyata pada saat itu, saya menemukan sesosok bunga matahari di hamparan kebun penuh kekecewaan. tampangnya bersinar terang kala itu. entah bagaimana semesta mengaturnya, saat itu kami dipertemukan. terdengar kuno memang.  - pikirku pertemuan kami kemarin hanya ...

selamat merayakan tumbuhnya ribuan semangat di padang bunga matahari #23

Image
source : pinterest Pagi hari menyinari dengan terang sebuah harapan yang sedang dipeluk erat oleh wanita itu dalam perjalanan perginya menuju sebuah pintu rejeki, Ditengah perjalanan yang penuh dengan desakan ekspetasi tersebut, tak lupa wanita itu memikirkan bagaimana esok akan terjadi, Dengan penuh yakin, wanita itu melaju, Berjalan mengikuti rencana sang sutradara walaupun diterpa banyak angin kemarau dan gerimis, ia memilih setia ; layaknya hamparan padang bunga matahari yang siap mengikuti cahaya matahari dimanapun ia memancarkan sinarnya.

bangun hati pada sosok nyata #22

Jatuh hati sepenuhnya pada kumpulan sajak yang tersusun atas kata, Yang diucapkan nyata  Bersama hamparan bunga di pagi hari yang sibuk berterbangan entah kemana,  Kami bersama, Entah kemana tujuannya, Entah bagaimana akhirnya, Setidaknya untuk sekarang kami ada, Pada rembulan malam terpanjat manis doanya, Untuk semua yang terjadi di semogakan sesuai dengan harapannya, Manusia dengan seada-adanya harapan manis kepada semesta. - patristl

alasan yang ngga klasik #21

dingin di pagi hari itu membuat pikiran Nayla terbang jauh membayangkan manusia dengan sosok cinta, dan bertanya mengenai bagaimana bisa terjerat ikatan kasih? menerawang jauh jiwa kesepian itu pada insan yang pernah mengajarkan indah hangat rasa hingga enggan meninggalkan ruang pada dia yang sudah lama usang andai semua manusia mau belajar mengenai perasaan cukup mungkin tak ada lagi ganti hembus nafas Nayla keluarkan berharap suatu hari ada lagi cinta yang tak berlebihan, hanya satu.

tak sendiri #20

Image
  (sumber foto : https://instagram.com/benih.kecil?igshid=YmMyMTA2M2Y=) Dari setiap rencananya, rancangan-Nya yang terjadi, Seperti janji pelangi kepada bumi setelah hujan, Ia tak ingkar Ia tak pergi.   Gadis itu melangkah pasti menyambut hari, Entah apa yang menanti, Dia tau bahwa Ia pasti menemani, Dan tak pernah sendiri.   Namun dunianya tak selalu aman, Seringkali gadis itu ditinggalkan, Ditambah lagi dengan banyaknya kehilangan, Dia pun takut melanjutkan perjalanan.   Namun ke dalam dekapan-Nya gadis itu ditarik, Dipeluk erat hingga matahari terik, Gadis itu percaya, Bahwa segala sesuatu pasti indah pada waktu-Nya.